Pembentukan Kepribadian, Peran dan Status Sosial

1) Kepribadian terbentuk melalui proses – proses sosial di lingkungan sosial tempat individu tinggal. Kepribadian merupakan corak tingkah laku sosial yang meliputi corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini, dan sikap-sikap yang dimiliki individu. Kepribadian mengandung tiga unsur yaitu, pengetahuan, perasaan dan naluri.

2) Adapun lima faktor yang mempengaruhi terbentuknya kepribadian adalah

a) Warisan biologis 

b) Lingkungan fisik 

c) Kebudayaan 

d) Pengalaman kelompok 

e) Pengalaman unik

3) Para ahli telah merumuskan tentang teori tentang kepribadian antara lain ; 

a) Teori Cermin Diri (The Looking Glass Self) yang dikemukakan oleh Charles H. Cooley. Teori ini merupakan gambaran bahwa seseorang hanya bisa berkembang dengan bantuan orang lain. 

b) Konsep generalisasi orang lain oleh George Herbert Mead (1934). Generalisasi orang lain ini terdiri dari harapan-harapan yang diyakini seseorang diharapkan orang lain dari padanya. 

c) Teori sikap antisosial oleh Sigmund Freud. Dia berpendapat bahwa diri manusia mempunyai tiga bagian, yaitu id, superego, dan ego.

d) Teori Perkembangan Belajar oleh Jean Piagiet. Piaget mengembakan teori bagaimana anak belajar berbicara, berpikir dengan cara berbeda bernalar, dan akhirnya membentuk pertimbangan moral

e) Teori sosialisasi yang dikemukan oleh Erikson. Ia mengembangkan suatu siklus kehidupan melalui delapan tahap yang disebut krisis identitas.

4) Status sosial secara sosiologis diartikan sebagai posisi seseorang dalam kelompok sosial atau masyarakat. Artinya kedudukan seseorang di antara individu-individu lainnya dalam suatu struktur sosial. 

5) Status sosial dibedakan menjadi dua yaitu ascribed status dan achieved status.

a) Ascribed status merupakan status yang diperoleh sejak lahir tanpa seseorang itu harus berusaha memilikinya dalam suatu kelompok atau masyarakat. 

b) Achieved status merupakan status yag dimiliki individu karena hasil usaha/perjuangannya.

6) Peranan sosial merupakan serangkaian hak dan tugas perilaku individu dilihat sebagai sesuatu yang penting atau tidak penting dalam hubungannya dengan status. Dengan kata lain peranan merupakan serangkaian norma yang mendefinisikan tugas kita (tindakan yang di tuntut oleh orang lain untuk kita lakukan) dan hak (tindakan yang dapat kita tuntut dari orang lain untuk melakukannya).

7) Perbedaan antara status dan peran adalah bahwa kita memiliki status dan kita memerankan peran sosial. Peran sosial yang dimainkkan oleh individu tersebut berhubungan dengan reaksi dari individu lainnya, sehingga dalam memainkan peran sosialnya individu harus melakukan improvisasi, menguji tindakannya dan bahkan harus mengubah tindakannya bilamana diperlukan. 

8) Konflik peranan dihasilkan ketika individu-individu dikonfrontasikan dengan harapan yang juga saling berkonflik (conflicting espectations) karena adanya kepemilikan atas dua atau lebih status secara simultan. Di sinilah dilema muncul. Hambatan peranan mucul ketika individu menemukan bahwa harapan mereka terhadap satu peranan ternayat bertentangan, sehingga mereka mengalami kesulitan untuk menampakkan peranannya.

Materi Diskusi dan Pengembangan: 

* Kebudayaan sebagai faktor kepribadian 

* Hubungan kepribadian, peran, dan status sosial  

Penulis: Lailatul Fitriyah, Guru Sosiologi MA Tarbiyatul Banin, Pati, Jawa Tengah